RADIOLOGYNET X RAY

X Ray akut abdomen
X Ray Colon In Loop
X Ray esophagus
X Ray OMD
Thorax X Ray Click
Bone Survey Click
BNO IVP Stone
BNO IVP Ureterolitiasis
OMD images
Panoramik Teknik
Anfis Vertebrae
Anfis SPN Click
Radiografi Mandibula
Proposal TBR
Surat Ijin Tindakan

RADIOLOGI CT SCAN

CT Abdomen
CT Post Trauma
CT TTB Clisk
Komponen CT Scan
CT Thyroid
CT Scan CKB
CT 3 Phase
Angio Renalis
Fisika CT Scan
CT Vertebrae
Brain CT Scan
Cervical CT Scan

RADIOLOGYNET MRI

MRI case AVM
Parameter MRI
Brain MRI click
Parameter Brain

ULTRASOUND

Apa Itu Ultrasound
Istilah Ultrasound 1
Istilah Ultrasound 2
Istilah Ultrasound 3
Istilah Ultrasound 4

CHEST X RAY

Tentang Chest X Ray
Klinis Chest X Ray
Chest X Ray PA
Chest X Ray Lateral
Chest X Ray Non kooperatif

TELERADIOLOGY

Teleradiologi click
Teleradiologi RS
Kedokteran Nuklir

VIDEO MRI DAN CT SCAN

MRI
MRI kepala pelebaran septum pelucidium klik disini
MRI kepala multi infark klik disini
MRI kepala pada lakunar infark sagital klik disini
MRI Kepala normal klik disini
Video MRI v. cervical pada kasus bulging klik disini

CT SCAN
Video ct scan vertebrae lumbal klik disini
Video ct scan abdomen batu ginjal klik disini
Video ct scan abdomen axial klik disini
Video ct scan 3d lumbal klik disini
Video CT Scan Kepala klik disini
Video ct scan abdomen pada kasus kista ginjal klik disini
Video ct scan coronal abdomen klik disini
 Video ct scan Kepala Post Trauma klik disini 
 Video ct scan Jantung klik disini 
Video ct kepala 3 D Bone klik disini
Video Head CT scan 4 Dimensi klik disini
Video CT Cardiac klik disini
Video CT Scan Axial klik disini
Video CTA Abdominalis aorta klick disini
Video CT Scan Abdomen coronal klik disini
Video CT Scan Abdomen 4 Dimensi klik disini
Video CT Scan Cardiac klik disini
Video CT Scan 3 D post Trauma klik disini
Video CT Scan Kepala suspect DAI klik disini
Video CT Scan mengukur volum tumor klik disini 
Video CT Scan Tumor abdomen klik 
Video scan abdomen tumor intra abdomen klick disini
9:08 AM | 0 komentar | Read More

Komponen CT Scan

image

Perangkat Keras Sistem CT-Scan

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Z-Sharp Technology

image

image

image

about radiology Tags:
8:03 AM | 0 komentar | Read More

VIDEO PELATIHAN CT SCAN DAN MRI

Silahkan jika berminat untuk memahami video CT SCAN Dan MRI:

Video ct scan vertebrae lumbal klik disini
Video ct scan abdomen batu ginjal klik disini
Video ct scan abdomen axial klik disini
Video ct scan 3d lumbal klik disini
Video CT Scan Kepala klik disini
Video ct scan abdomen pada kasus kista ginjal klik disini
Video ct scan coronal abdomen klik disini
 Video ct scan Kepala Post Trauma klik disini 
 Video ct scan Jantung klik disini 
Video ct kepala 3 D Bone klik disini
Video Head CT scan 4 Dimensi klik disini
Video CT Cardiac klik disini
Video CT Scan Axial klik disini
Video CTA Abdominalis aorta klick disini
Video CT Scan Abdomen coronal klik disini
Video CT Scan Abdomen 4 Dimensi klik disini
Video CT Scan Cardiac klik disini
Video CT Scan 3 D post Trauma klik disini
Video CT Scan Kepala suspect DAI klik disini
Video CT Scan mengukur volum tumor klik disini 
Video CT Scan Tumor abdomen klik 
Video scan abdomen tumor intra abdomen klick disini

7:57 AM | 0 komentar | Read More

System Dari Multislice CT Scanner

image

image

image

image

image

image

itulah pemahaman singkat dari system ct scan multi slice

about radiology Tags:
7:23 AM | 0 komentar | Read More

PENGANTAR TEKNIK CT SCAN

image

CT Scan ?

CSystem yang dapat menghasilkan gambar potongan axial dari objeknya.

image

CDapat memperlihatkan gambaran objek yang tidak dapat dilihat pada pemotretan dengan sinar-x biasa.

CDapat membedakan dengan baik besar kecilnya objek (spatial resolution)

image

about radiology Tags:
7:19 AM | 0 komentar | Read More

Prosedur penggunaan alat pemeriksaan radiologi panoramik

SOP PESAWAT PANORAMIC BELMONT

X – CALLIBER CM

1. Naikkan saklar ON dari panel listrik dan tekan ON pada saklarnya

2. Tekan tombol ON pada pesawat

3. Kemudian tekan RISET untuk panoramic dan TMJ

4. Setiap pagi pesawat dipanaskan

5. Perhatikan filter yang akan kita gunakan

6. Untuk Panoramic dan TMJ yang bisa diatur hanya KV

7. Sedang Cephalometri KV dan Sec bisa diatur

8. Pastikan tempat gigi pasien dalam keadaan bersih

9. Pesawat siap digunakan

10. Untuk mematikan tekan tombol OFF

11. Tekan Off pada saklar dan turunkan / Off pada panel listrik.

SOP PEMERIKSAAN PANORAMIC

  1. Pasien diberikan penjelasan periksaan yang akan dilakukan sesuai dengan permintaan dokter.
  2. Pastikan tempat yang akan digigit pasien selalu dalam keadaan bersih.
  3. Posisikan tube dengan kaset sejajar untuk memudahkan pasien di posisikan.
  4. Dagu pasien di letakkan pada tempat yang berwarna biru dan kepala pasien di fiksasi.
  5. Tekan tombol INDICATOR untuk memastikan pasien sudah pas pada pertengahan.
  6. Tekan tombol RISET untuk posisi Tube.
  7. Atur KV dengan menekan tombol UP dan DN.
  8. Tekan tombol READY siap baru Exposure.
  9. Selesai pasien boleh menunggu di luar, radiografer dan dokter menilai hasil foto.
  10. Dibuatkan label dan amplop.

SOP PEMERIKSAAN TMJ

  1. Tekan tombol RISET kemudian sejajarkan tube dan kaset baru Pasien diberikan penjelasan periksaan yang akan dilakukan sesuai dengan permintaan dokter dan tahapannya.
  2. Tidak menggunakan tempat gigi hanya menggunakan fiksasi untuk kepala pasien yang masuk ke lubang telinga.
  3. posisikan pasien
  4. Setelah pasien siap tekan lagi RISET
  5. Atur KV dengan menekan tombol UP dan DN kemudian tekan READY
  6. Pasien diberi aba-aba buka mulut sampai 2 x Exposure
  7. Tekan lagi READY aba-aba lagi tutup mulut sampai 2x Exposure
  8. Selesai pasien boleh menunggu di luar, radiografer dan dokter menilai hasil foto
  9. Dibuatkan label dan amplop.

SOP PEMERIKSAAN CEPHALOMETRI

  1. Pasien di berikan penjelasan periksaan yang akan dilakukan sesuai dengan permintaan dokter.
  2. Putar tube ke arah sejajar kaset yang berada di sisi kanan sampai terkunci.
  3. Tekan tombol CE untuk mengatur kondisi.
  4. Ganti filter yang diinginkan.
  5. Posisikan pasien dengan fiksasi sehingga true lateral.
  6. Atur KV dan Sec dengan menekan tombol UP dan DN.
  7. Kemudian tekan READY dan Exposure.
  8. Selesai pasien boleh menunggu diluar, radiografer dan dokter menilai hasil foto.
  9. Dibuatkan label dan amplop.
6:33 AM | 0 komentar | Read More

Prosedure penggunaan dental x ray

SOP PESAWAT DENTAL X-RAY BELMONT

  1. Hubungkan dental unit dengan arus listrik.
  2. Tekan tombol hijau yang terdapat pada pesawat dental sehingga berada pada posisi ON.
  3. Tekan tombol pengatur besar kecilnya pasien ( Terdapat 3 tombol,masing-masing untuk pasien kecil,sedang dan besar ).
  4. Tekan tombol pengatur gigi yang akan diperiksa.
  5. KV dan mA sudah tidak dapat diatur ,sedangkan sec bisa diatur.
  6. Pesawat dental siap digunakan.
  7. Tekan tombol hijau,sehingga berada dalam posisi OFF untuk mematikan pesawat.
  8. rapikan kabel dan letakkan ditempat semula.

SOP PEMERIKSAAN DENTAL X-RAY

  1. Pasien diberikan penjelasan mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan,dan tekankan bahwa pemeriksaan yang akan dilakukan akan membuat pasien tidak nyaman dan sedikit sakit.
  2. Pasien duduk di kursi yang telah disediakan,dan usahakan kepala pasien menempel pada dinding,untuk membuat pasien merasa lebih nyaman dan untuk mencegah pergerakan kepala pasien.
  3. Tekan tombol pengatur besar kecilnya pasien dan tombol pengatur gigi yang akan diperiksa
  4. Radiografer memakai hands scun.
  5. Pasien diminta untuk membuka mulut,lihat bagian gigi yang akan diperiksa.selalu ingatkan pasien bahwa pemeriksaan yang akan dilakukan dapat membuat pasien tidak nyaman dan merasa sakit.
  6. Masukkan film dental ke bagian gigi yang akan diperiksa dan minta pasien memegang film dental tersebut dengan bagian ujung jari telunjuk yang berlawanan dengan bagian gigi yang diperiksa.
  7. Atur tube tegak lurus film sesuai dengan gigi yang akan diperiksa.
  8. Lakukan exposure.
  9. Selesai dan pasien boleh menunggu di lua, radiografer dan dokter mengevaluasi hasil foto.
  10. Dibuatkan label dan amplop.
6:30 AM | 0 komentar | Read More

TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOLOGI PANORAMIC

Posisi Pasien

1. Duduk atau Berdiri dengan punggung tegak

2. Jelaskan kepada pasien bagaimana jalannya pemeriksaan (rotasi pesawat, dll)

3. Tempatkan dagu pasien pada tempat dagu

4. Usahakan tidak ada gerakan pada pasien

Posisi Obyek

1. Atur MSP kepala pasien sejajar dengan garis vertikal yang ada pada tempat dagu

2. Atur IOML sejajar dengan lantai

3. Masukkan bite blok antara gigi seri rahang atas dan bawah

4. Suruh pasien mengatupkan bibir dan letakkan lidahnya berlawanan dengan langit-langit mulut

clip_image002

P A N O R A M I C

Anatomi Gigi

Terdapat dua kelompok gigi yaitu gigi sementara atau gigi sulung dan gigi tetap. Terdapat dua puluh gigi sulung, sepuluh pada setiap rahang. Dari tengah kedua sisi berturut-turut dinamai : 2 insisivus atau gigi seri, 1 kanina atau gigi taring, 2 molar atau geraham.

Gigi tetap lebih banyak yaitu tiga puluh dua, 16 pada setiap rahang. Dari tengah kesamping berturut-turut disebut : 2 insisivus, 1 taring, 2 pemolar (geraham depan), 3 molar (geraham belakang). Gigi tetap menggantikan gigi sementara pada kira-kira umur 6 tahun – umur 12 tahun.

Sebuah gigi memiliki mahkota, leher dan akar. Mahkota gigi menjulang di atas gusi, lehernya dikelilingi gusi dan akarnya berada dibawahnya. Gigi di buat dari bahan yang sangat keras, yaitu dentin. Di dalam pusat stukturnya terdapat rongga pulpa. Pulpa gigi berisi sel jaringan ikat, pembuluh darah dan serabut saraf. Bagian gigi yang menjulang di atas gusi ditutupi email, yang jauh lebih keras dari pada denstin.

PANORAMIC

Panoramic berasal dari kata panorama yang artinya pandangan yang tak terhalang dari berbagai arah untuk melihat suatu bayangan atau obyek.

Radiografi panoramic dapat membuat foto gigi, tanpa terutupi/ overlapping dengan tulang disekitar gigi,contohnya maxilla dan mandibulla

PATOLOGI

  • Cacat bawaan
  • Kelainan pertumbuhan dan perkembangan gigi
  • Karies gigi
  • Infeksi gigi
  • Tumor dan kista pada rongga mulut
  • Trauma

Persipan Alat :

  • Letakkan kaset pada alat panoramic
  • Tempatkan tabung sinar-X dan kaset pada posisi awal

Persiapan Pasien :

  • Lepaskan Bahan-bahan yang dapat mengganggu gambaran radiograf pada bagian kepala dan leher,termasuk gigi palsu
  • Disarankan pasien menggunakan appron selama eksposi
  • Teknik Pemeriksaan :

Posisi Pasien

  • Duduk atau Berdiri dengan punggung tegak
  • Jelaskan kepada pasien bagaimana jalannya pemeriksaan (rotasi pesawat, dll)
  • Tempatkan dagu pasien pada tempat dagu
  • Usahakan tidak ada gerakan pada pasien

Posisi Obyek

  • Atur MSP kepala pasien sejajar dengan garis vertikal yang ada pada tempat dagu
  • Atur IOML sejajar dengan lantai
  • Masukkan bite blok antara gigi seri rahang atas dan bawah
  • Suruh pasien mengatupkan bibir dan letakkan lidahnya berlawanan dengan langit-langit mulut

Gambaran posisi yg benar :

CR : Sinar-X diarahkan kecephalad sesuai dengan struktur anatomi.

SID :  disesuaikan

Kolimator : Kolimasi kecil

Kriteria radiograf :

Tampak seluruh gigi, mandibulla, TMJ, fossa nasal, sinus maxilla, arches zygomatikum, maxilla, coronoid prosesus dan condylus.

6:29 AM | 0 komentar | Read More

PROSEDURE PENGGUNAAN X RAY PANORAMIC

Banyak macam merek x ray, pada intinya sama sistem pengoperasianya seperti contoh berikut ini :

FLUOROSCOPY LISTEM REX-525 RF

  1. Naikkan saklar control panel pada dinding.
  2. Tekan tombol ON yang terdapat pada control table.
  3. Tekan tombol pengatur tube. Dengan keterangan sbb :
    1. Tombol 1 untuk tube pesawat konvensional.
    2. Tombol 2 untuk tube pesawat fluoroscopy.
  4. Tekan tombol pengatur bucky. Dengan keterangan sbb :
    1. Tombol Non bucky.
    2. Tombol 1 untuk lisolm.
    3. Tombol 2 untuk bucky stand.
  5. Untuk pemeriksaan konvensional.
    1. Tekan tombol 1 untuk tube pesawat konvensional.
    2. Tekan tombol pengatur besar kecilnya pasien dan tombol pengatur jenis pemeriksaan yang akan dilakukan.
    3. Tekan tombol pengatur posisi pasien yang akan dilakukan ( terdapat 8 jenis posisi pasien yang dapat dipilih ).

d. kV,mA dan sec juga dapat diatur kembali dengan menekan tombol UP and Down dan tekan tombol mAs untuk mengubah sec menjadi mAs.

    1. Tekan tombol set untuk menyimpan factor exposi yang sedang digunakan
    2. Atur dan gerakkan tube pesawat konvensional dengan mengunakan 6 buah tombol yang terdapat pada tabung.
    3. Atur dan gerakkan meja pemeriksaan dengan menggunakan 3 buah tombol yang terdapat pada meja pemeriksaan.
    4. Atur tube/lampu kolimasi sesuai dengan pertenggahan meja pemeriksaan.

h. Lakukan exposure. Dengan keterangan sbb :

a) Tekan tombol exposi ( Hand switch ) hingga setengah sampai lampu indicator ready menyala.

b) Exposi siap dilakukan hingga terdengar bunyi indicator exposi.

  1. Untuk pemeriksaan fluoroscopy

- Di Ruang operator :

    1. Tekan tombol 2 untuk tube pesawat fluoroscopy.
    2. Tekan tombol pengatur besar kecilnya pasien dan tombol pengatur jenis pemeriksaan yang akan dilakukan.
    3. Tekan tombol pengatur posisi pasien yang akan dilakukan.
    4. kV,mA juga dapat diatur kembali dengan menekan tombol UP and down.

- Di ruang fluoroscopy.

a. Tekan tombol pembagi film. ( terdapat 3 tombol. Pembagi 1,pembagi 2

dan pembagi 4 ).

b. Putar kV dan mA untuk menentukan factor exposi fluoroscopy.

c. Atur dan gerakkan tube fluoroscopy dengan menggunakan 3 buah tombol pengatur arah dan gerak.

d. Jika di ruang operator kV dan mA untuk expose belum diatur, maka dapat diatur di ruang fluoroscopy. Begitu pula dengan jenis dan posisi pemeriksaan yang akan dilakukan.

e. Tekan tombol fluoroscopy dan lihat di TV monitor,kontras dan tingkat keterangannya dapat diatur. Lamanya waktu fluoroscopy 4`53``. Jika ingin menambah waktu tekan tombol time riset.

f. Atur besar kecilnya kolimasi, jika pembagi film yang digunakan adalah pembagi 1. untuk pembagi 2 dan pembagi 4,kolimasi tidak dapat digunakan.

g. Lakukan expose film dengan menggunakan hand switch atau foot switch.

6:25 AM | 0 komentar | Read More

Perawatan alat x ray mobile

jangan anggap sepele x ray mobile, meskipun kecil dan fungsinya sangat terbatas mobile x ray memberikan peranan yang sangat penting, contoh prosedure benar perawatan/perlakuan terhadap mobile x ray :

SOP PESAWAT MOBILE UNIT

(LISTEM MOBIX – 1000)

1. Hubungkan pesawat mobile unit dengan arus listrik.

2. Tekan tombol ON.

3. Tekan tombol pengatur besar kecilnya pasien ( Terdapat 3 tombol,masing-masing untuk pasien kecil,sedang dan besar ).

4. Tekan tombol gambar obyek sesuai pemeriksaan.

5. Tekan dan pilih tombol bertanda panah sesuai organ yang diperiksa.

6. Atur KV dan mAs, dengan menekan tombol tanda panah Up dan Down.

7. Pesawat mobile sudah siap eksposi. Dengan keterangan sbb :

a. Tekan tombol exposi (hand switch) dalam posisi ½, dan lihat lampu indikator sampai menyala.

b. Exposi siap dilakukan dan sampai terdengar bunyi idikator exposi.

8. Tekan tombol Off untuk mematikan pesawat, dengan catatan kondisi Kv dan sec diturunkan terlebih dahulu.

Catatan :

Untuk pemanasan pesawat sebelum digunakan untuk pemeriksaan dapat dilakukan exposi sebanyak 2 kali.

jurnal radiology Tags:
6:16 AM | 0 komentar | Read More

SURAT PERSETUJUAN TINDAKAN

Surat Persetujuan

Saya, Selaku Dokter/ Perawat / Radiografer…………… telah menjelaskan kepada : …………………selaku*) Pasien / Suami / Istri / Orang tua / Wali / Anak dari pasien*) : …………………dengan No. Rekam Medik : …………(*Pilih salah satu )

Tentang :

Informasi ini harus diberikan oleh dokter

1. Jenis tindakan Medik Invasif / Operasi / Prosedur Persalinan / Indikasi dari Pemeriksaan Penunjang Diagnosis /Pengobatan *)……………………………….. dengan kemungkinan hasil dan resiko termasuk resiko pemberian anestesi dan komplikasi (tinadakan dan anestesi), yang mungkin timbul dari tindakan yang direkomendasikan juga tindakan yang perlu dilakukan sehubungan dengan komplikasi yang timbul, dalam bahasa yang dimengerti oleh pasien dan keluarganya.

(*Pilih salah satu )

Informasi ini harus diberikan oleh dokter / perawat / radiografer

2. Pemeriksaan Penunjang Diagnosis berupa:

    • USG ………….
    • CT.Scan dengan / tanpa kontras………….
    • MRI dengan / tanpa kontras……………...
    • Radiologi Konvensional dengan kontras……………..
    • TREADMILL…………………….
    • ENDOSCOPY……………………..
    • ECHOCARDIOGRAFI……………………..
    • LABORATORIUM…………………………….
    • Lain-lain……………….

Informasi ini harus diberikan oleh dokter /perawat/radiogrfer

3. Pemakaian obat atau Alkes yang seharga…………………. Obat / Alkes ………………………. Dengan perkiraan pemakaian ………………..X perhari.

Informasi ini harus diberikan oleh dokter /perawat/radiographer

4. Perawatan, Tindakan medik, dan Pengobatan di Intermediet Care (IMC) / Perinatologi / Intensive Care Unit (ICU), Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) / Neo Natal Intensive Care Unit (NICU) / Pediatric Intensive Care Unit (PICU) *) yang merupakan upaya terbaik untuk penatalaksanaan / pengobatan sesuai kondisi pasien saat ini, karena adanya sarana dan fasilitas khusus untuk monitoring keadan pasien. Dengan demikian akan menggunakan alat medis, perawatan, obat, pemeriksaan penunujang yang lebih banyak sehingga akan memerlukan biaya yang jauh lebih besar ( perkiraan biayabIMC dan Perinatologi kurang lebih …………../ hari ; perkiraan biaya di ICU, ICCU, MICU, PICU kurang lebih ……………………./ hari.

(*Pilih salah satu )

Informasi ini diberikan berdasarkan peraturan menteri kesehatan no. 585/1989

Bagian ini dilengkapi oleh Pasien / Keluarga Pasien :

Dokter / Perawat / Radiografer yang namanya tercantum diatas, telah memberi penjelaskan dengan saya :

Nama :……………………………………………

Umur :……………………Tahun……………L/P

Alamat :……………………………………………

Bukti diri :KTP / SIM / Pasport No. ………………..

Selaku *) Pasien / Suami / Istri / Orang tua / Wali / Anak dari pasien :…………………................................No. Rekam Medis : ………………………………….....

(*Pilih salah satu )

Menyatakan :

· Saya MENGERTI dan MENYETUJUI, untuk pasien ………………………………dilakukan pemeriksaan……………………….. jika diperlukan , yang kemungkinan dapat menimbulkan resiko atau komplikasi.

· Bahwa dari pihak dokter maupun pihak Jogja International Hospital tidak bermaksud mencelakakan pasien baik sengaja maupun tidak sengaja.

Demikian surat persetujuan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dengan tanpa paksaan maupun tekanan dari pihak manapun.

Nama dan tanda tangan pasien : ………………………………......Tanggal : …………………..

Nama dan tanda tangan suami / istri / orang tua / anak / wali *) pasien : …………………….....

…………………………………………………………………….Tanggal : ……………….......

Nama dan tanda tangan saksi I : ………………………………….Tanggal : …………………...

(keluarga)

Nama dan tanda tangan saksi I : ………………………………….Tanggal : …………………...

(perawat)

Nama dan tanda tangan saksi I: …………………………………..Tanggal : ……………………

(perawat)

SETIAP ADA TINDAKAN PEMERIKSAAN RADIOLOGI KONTRAS RADIOGRAFER WAJIB, MEMBERIKAN SURAT PERSETUJUAN TINDAKAN SEPERTI DIATAS, KARENA form seperti diatas bisa sebagai senjata ampuh bagi tenaga medis.

6:15 AM | 0 komentar | Read More

Contoh tarif pemeriksaan radiologi di rumah sakit

image

radiografer selain mahir dalam melakukan pemeriksaan, juga dituntut untuk teliti dalam memberikan informasi harga terhadap pasien, jangan sampai memberikan informasi salah, karena dilapangan kasus tersebut sering dijumpai, contoh kasus pada saat ada telp berdering ke bagian radiologi, ada yang tanya minta tolong untuk info mengenai harga, maka dalam memberikan info salah seorang radiografer memberikan info harga lebih rendah dari pada tarif yang tersedia, ketika pasien datang dan setelah selesai diperiksa kemudian pasien membayar ternyata harganya lebih tinggi apa yang telah diinformasikan, hal ini jadi berabe/ribet.. bisa 2 radiografer malah tekor..

maklum pengalaman pribadi wk wk wk…

6:14 AM | 0 komentar | Read More

PROPOSAL PENGAJUAN TUNJANGAN BAHAYA RADIASI DI RUMAH SAKIT

Bab I

PENDAHULUAN

A) Latar Belakang

  1. Radiasi Sinar X

Radiasi sinar-X atau sinar rontgen dihasilkan dari arus listrik pada filamen (katoda) yang membentuk awan elektron yang kemudian diberi tegangan sangat tinggi dan diberi kecepatan dan menumbuk bahan target / tungsten (anoda) di dalam tabung hampa udara. Seiring perkembangan teknologi, radiasi sinar-X dimanfaatkan untuk pencitraan tubuh manusia yang sangat membantu dalam menegakkan diagnosa, yang disebut sinar-X diagnostik.

Berkas sinar-X diagnostik (sinar rontgen) yang digunakan untuk memotret pasien, misalnya untuk foto thorax terdiri atas foton-foton dengan spektrum energi kontinyu. Ketika berkas sinar-X diagnostik mengenai tubuh pasien, sebagian besar foton energi rendah terserap oleh jaringan permukaan kulit. Sedangkan foton yang berenergi tinggi mampu menembus tubuh pasien dan akhirnya membentuk bayangan radiografi pada film.Sinar-X mempunyai peranan yang penting dalam medis, data statistik menunjukkan 50 % keputusan medis harus didasari dengan diagnosa sinar-X.

Dosis yang diterima pasien akan tergantung pada jumlah intensitas foton yang terserap. Dengan demikian untuk pemeriksaan pasien dengan sinar-X tanpa filter, jaringan permukaan kulit akan menerima dosis cukup besar.

  1. Efek Radiasi Sinar-X

Studi intensif tentang efek radiasi terhadap jaringan tubuh manusiaterus dilakukan hingga pada akhirnya diketahui bahwa radiasi dapat menimbulkan efek somatik berupa kerusakan sel-sel jaringan tubuh yang dapat menimbulkan munculnya kanker dan efek genetik berupa cacat pada keturunan. Dengan demikian perlu disadari bahwa selain memberikan mafaat yang besar pada dunia medis sinar-X juga memberi dampak negatif pada manusia.]

Komisi International untuk Perlindungan Radiasi (ICRP = International Commision on Radiological Protection) membagi efek radiasi pengion menjadi 2 yaitu ;

a) Efek stokastik adalah efek yang kemunculannya pada individu tidak dapat dipastikan tapi tingkat kebolehjadian munculnya efek tersebut dapat diperkirakan dengan hitungan statistik.Efek ini berhubungan dengan penerimaan dosis radiasi rendah dan tidak mengenal dosis ambang, jadi sekecil apapun dosis yang diterima tubuh berpotensi merusak sel-sel tubuh baik sel somatik atau genetik.Pemunculan efek ini berlangsung lama setelah paparan radisi dan hanya dialami oleh beberapa individu dalam kelompok masyarakat yang menerima paparan radiasi.

b) Efek deterministik adalah efek yang pasti muncul karena paparan radiasi dalam dosis tertentu. Contoh efek ini adalah eritema, kemandulan, katarak dan kematian. Efek ini berkaitan dengan pemberian dosis radiasi yang tinggi dan dipengaruhi adanya dosis ambang.

  1. Keselamatan Radiasi Sinar-X

Untuk keperluan medis sumber radiasi sudah didesain sedemikian rupa sehingga aman bagi pekerja. Meskipun demikian peluang terjadinya penyinaran terhadap pekerja / operator masih tetap ada. Kemungkinan penyinaran tersebut dikarenakan :

a. Pemeriksaan radiologis dengan kontras yang memerlukan pekerja radiasi di dalam ruang pemeriksaan untuk penyuntikan dan positioning.

b. Kondisi pasien yang tidak koopertif sehingga petugas harus mengawasi/ memegangngi.

c. Pasien anak-anak yang tidak bisa dipositioning.

d. Pasien di foto di tempat (ICU / OK/ Bangsal/ UGD)

e. Ketidaksengajaan atau kurang kehati-hatian, ex. tidak menutup pintu pemeriksaan secara rapat, tidak menghidupkan lampu indikator, dll.

B) Pelayanan Radiologi

Untuk Sementara Pelayanan radiologi diberikan selama 24 jam, dengan memberlakukan sistem on call pada malam hari (21.00-07.00).

Modalitas pencitraan pada pelayanan radiologi berupa :

· Pesawat X-ray fluoroscopy

· Dental unit

· Mobile Unit X-Ray

· CT Scan

· USG

· MRI

Alat-alat imaging diatas yang berpotensi menimbulkan bahaya radiasi sinar-X adalah pesawat x-ray fluoroscopy, Dental Unit, Mobile Unit dan CT Scan.

Pelayanan radiologi sudah diberikan sejak Februari 2007 sampai sekarang. Grafik jumlah kunjungan pasien dapat dilihat dibawah ini :

clip_image002

Dari grafik diatas dapat diketahui bahwa modalitas pencitraan yang paling banyak digunakan adalah x-ray imaging.

A) Tunjangan Radiasi

  1. Dasar Hukum

Tunjungan radiasi pada radiografer wajib diberikan karena merupakan salah satu tunjangan resiko pekerjaan. Dasar hukumnya diantaranya :

a) UU No 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja

UU No 8 Tahun 1974 Tentang Pokok– Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 43 tahun 1999

b) UU No 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan

c) UU No 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran

d) PP No 63 Tahun 2000 tentang Keselamatan dan Kesehatan terhadap Pemenfaatan Radiasi Pengion (Mencabut PP NO 11/1975)

e) KEPPRES No 42 tahun 2004 tentang Tunjangan Bahaya Nuklir Bagi PNS di Lingkungan Badan Tenaga Nuklir Nasional.

f) PERPRES No 48 tahun 2005 tentang Tunjangan Bahaya Radiasi bagi PNS di Lingkungan Badan Pengawas Tenaga Nuklir.

g) KEPPRES No 48 tahun 1995 tentang Tunjangan Bahaya Radiasi bagi Pekerja Radiasi.

h) SK KA BKN No. 2 tahun1996 tentang Tatacara Permintaan, Pemberian dan Penghentian TBR

i) SK MENKES No.1267 tahun 1995 tentang Penetapan Nilai Tingkat TBR

Surat Edaran SEkjen DEPKES NO. 05.SJ.B.0131 tahun 1996 tentang Petunjuk Pelaksanaan TBR.

jurnal radiology Tags:
6:12 AM | 0 komentar | Read More

RADIOLOGY STANDARD SERVICE AT “C” TYPE of HOSPITAL

PHILOSOPHIC AND PURPOSE

Radiology Purpose :

  • Radiology service purpose at hospital is to increase the quality medical care at hospital
  • The radiology examination must be adjustment with purpose and developing of the generality hospital
  • The radiology examination must able to detect an abnormally :The ultrasonografi examination must able to detect an abnormally

ADMINISTRATION AND MANAGEMENT

Management and administration need a good quality for radiology service.

  • Administration
  • Patient care line
  • Registration and report line
  • Finances line
  • Organization
  • Organization structure program must show the title name, relation and staff function.
  • Assignment explanation for all staff.
  • Consist work procedure (CWP).

LEADER AND STAFF

The explanation and CWP must reality appear in a written and able to apply in a step control method agree with condition and need.

  • Kind of CWP must able is:
  • Examination CWP
  • Emergency examination CWP
  • Shock tackling CWP

STAF AND LEADER

Professional staff à to get a good quality radiology service and justification

  • Medical staff
  • Paramedic staff
  • Administration staff

EQUIPMENT AND FACILITIES

  • FACILITIES
  • Safe
  • Effective
  • Efficient

RADIOLOGY UNIT

  • Centre unit
  • Emergency unit

PROCEDURE AND WISDOM

  • Need a written procedure to make a good service for patient

STAF DEVELOPING AND STUDY PROGRAM

Radiology unit service must have a developing staff program and service agree with physician public striving along with physician science and technology however deep or out part of radiology sector.

QUALITY CONTROL AND EVALUATION

  • Radiology unit service must always control and evaluation by step the service result examination.
  • This is important to defend and increase a quality, scoop and effective along with service efficiency.
6:09 AM | 0 komentar | Read More

PERENCANAAN SDM RADIOLOGI

PERENCANAAN SDM(MANAJEMEN RADIOLOGI)

Merupakan fungsi yang pertama dilaksanakan dlm organisasi

Merupakan langkah- langkah tertentu yang diambil oleh manajemen guna penjaminan

Tersedia tenaga kerja yang tepat untuk menduduki berbagai kedudukan, jabatan dan pekerjaan yang tepat.

Titik awal Perencanaan SDM adalah

Untuk menilai kebutuhan karyawan dalam organisasi yang akan datang

Untuk menentukan keterampilan yang dibutuhkan

Perencanaan SDM terdiri atas 3 segi

Permintaan terhadap SDM, yg dapat dikumpulkan dari rencana SDM strategik

Penggunaan SDM secara cost efektif dan efisien

Penawaran SDM dimanifestasikan dalam jumlah karyawan saat ini

PERMINTAAN THD SDM

Didefinisikan sbg sejumlah staff yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan organisasi yg akan datang

Sebagaimana komposisi tenaga kerja dalam keterampilan yang diperlukan.

Perluasan aktivitas organisasi memelukan rekruitmen staff ekstra dengan keterampilan

Contoh :

Instalasi Radiologi memerlukan tenaga yang menangani Mammografi, OPG, Interventional Radiologi.

Pengembangan Instalasi Radiologi

Meningkatnya persaingan RS dengan adanya pengembangan teknologi dalam pelayanan RS mengakibatkan banyaknya kesempatan masyarakat untuk melakukan pilihan dalam memperoleh pelayanan penyembuhan dan rehabilitasi penyakit. Pendekatan tradisionil terhadap pilihan tersebut

adanya pemeriksaan rujukan yang dimulai dari pelayanan kesehatan dasar, biaya kesehatan yang dirasakan oleh kelompok bawah dan jenis pelayanan serta keterampilan tenaga kesehatan yang terbatas.

Untuk mengikuti perkembangan tersebut, beberapa RS yang memiliki yang Instalasi Radiologi mulai berbenah dengan mengadakan investasi alat yang serba modern yang mampu melayani dengan cepat. Sementara itu pengadaan alat itu tidak hanya dibeli dengan biaya puluhan ribu saja.

RS mulai berpikir karena dengan nilai peralatan yang begitu tinggi maka perlu adanya upaya pengembalian baik diri biaya investasi (revenue) maupun cost effective. Sehingga promosi untuk memberikan pelayanan makin gencar, penanganan kasus -kasus dengan tindakan peralatan yang diadakan makin diperbanyak, namun ada juga upaya penghematan diberbagai sektor seperti tenaga pelaksana.

Tujuan semua ini, pelayanan yang dirasakan makin cepat, tepat dan akurat. Pelayanan tidak padat tenaga dan imbalan karyawan berhubungan erat dengan target pemasukan.

ILUSTASI

Bagaimana organisasi perlu melengkapi dan menggunakan strategi untuk menghadapi ancaman dari lingkungan eksternal ?

lanjutan

Meningkatnya persaingan pada masyarakat yang berkembang, ditambah dengan pengaharapan pelanggan akan harga yang rendah dan jasa yang berkualitas menyebabkan perlunya mengurangi biaya untuk mempertahankan level jasa.

Pendekatan tradisional untuk menghitung permintaan SDM adalah menggunakan rasio

Kebutuhan instalasi radiologi menggunakan rasio 4 : 1

Setiap 1 alat memerlukan 4 radiografer

Setiap 4 pasien memerlukan 1 radiografer

Setiap 1 ruang memerlukan 4 radiografer

Setiap 4 radiografer memerlukan 1 tenaga administrasi

PENGGUNAAN SUMBER DAYA MANUSIA SECARA COST EFEKTIF DAN EFISIEN

Penggunaan SDM yang akan menggantikan fungsi dari dari beberapa orang akan menghemat biaya

Seperti meningkatnya penggunaan komputer akan mengurangi jumlah sumber daya manusia yang diperlukan untuk melakukan proses yang menggunakan banyak tenaga.

Dalam contoh Pengembangan Instalasi Radiologi

Penggunaan alat-alat yang makin modern dengan teknik Digital makin mengurangi proporsi tenaga dalam mengelola setiap pemeriksaan. Yang semula dalam setiap pemeriksaan memerlukan 3 sampai 4 orang kini hanya dibutuhkan 2 orang.

Akibat dari makin sedikitnya orang maka makin sedikit pula peluang kesalahan dalam prosedur itu. Karakter kehati-hatian diikuti dengan keseriusan dalam menangani pasien.

Sekelompok kecil staff bertanggungjawab terhadap proses produksi, sebelumnya mereka terspesialisasi dalam seksi kecil proses.

Dapatkan di terapkan di Instalasi Radiologi setiap RS ?

PENAWARAN SUMBER DAYA MANUSIA

Tahap berikutnya dari perencanaan SDM adalah mengevaluasi penawaran tenaga.

Penawaran internal yang dilakukan di dalam organisasi terdiri :

  • Umur
  • Jenjang
  • Kualifikasi
  • Pengalaman
  • Keterampilan
  • UMUR
  • Perlu menetapkan profil staff berdasarkan umur dan tingkatan.
  • Analisis menunjukkan bahwa manajer senior dan menengah telah berumur di atas 50 tahun
  • Batas usia pensiun 55 tahun, dsb.

JENJANG KARIR

  • Organisasi perlu memikirkan jenjang karir staff.
  • Penilaian terhadap setiap staff dilakukan untuk menentukan promosi jenjang seseorang
  • Hal ini akan memberikan motivasi bagi setiap pekerja.

KUALIFIKASI

  • Setiap posisi jabatan diharuskan ditempati oleh tenaga yang terampil dan berbudaya.
  • Penempatan tenaga kepada suati jabatan perlu juga dulakukan seleksi oleh suatu Tim
  • Penawaran internal menetapkan suatu kriteria terhadap setiap posisi.

PENGALAMAN

  • Pengalama seseorang sangat menetukan dalam keberhasilan suatu job.
  • Sekecil apapun jenis pekerjaan tetap memerlukan suatu adaptasi atau pengalaman terhadap pekerjaan tersebut untuk mencapai keberhasilan.
  • Makin baik dan lama pengalaman dalam bekerja akan memperlancar tugas yang diberikan
  • Namun disisi lain terkadang makin banyak tuntutan dari yang bersangkutan.

KETERAMPILAN

  • Secara Natural makin banyak pengalaman maka makin terampil seseorang dalam bidangnya.
  • Dalam beberapa jenis pekerjaan diperlukan keterampilan yang tinggi sehingga dapat dipilah mana penawaran yang memerlukan keterampilan tinggi mana yang tidak

TUGAS

  • Buat Penawaran internal untuk instlasi Radiologi di beberapa Rumah Sakit

PENAWARAN EKSTERNAL

  • Penawaran eksternal terdiri :
  • Keketatan penawaran
  • Faktor-faktor demografi
  • Aspek-aspek Sosial/ geografi
  • Tipe pekerja yang dibutuhkan

KEKETATAN PENAWARAN

  • Penawaran timbul ketika terdapat relatif sedikit kandidat eksternal yang memiliki kemampuan untuk mengerjakan perkejaan.
  • Diperlukan seorang tenaga ahli komputer untuk tenaga administrasi Radiologi dalam pengolahan data.

FAKTOR DEMOGRAFI

  • Jumlah generasi muda yang memasuki angkatan kerja mempengaruhi kerja eksternal.
  • Sebelumnya angkatan muda (usia 16 – 18) berikutnya akan merekrut usia diatasnya.
  • Demikian juga pendidikan yang semula SMA kini kriteria pilihan untuk Lulusan Sarjana.

ASPEK SOSIAL

Dalam banyak kasus, perusahaan elektronik Jepang tidak tertarik dengan keterampilan yang telah ada pada suatu bidang, tetapi lebih tertarik untuk merekrut tenaga kerja yang belum berpengalaman

TIPE PEKERJA

  • Kategori pekerja merupakan variabel lain yg dipertimbangkan dlm mendiskusikan penawaran eksternal tenaga kerja.
  • Staff lulusan dan profesional lebih tinggi peluangnya untuk pindah dari pada keterampilan staff bawah atau staff setengah terampil.

TUGAS

  • Buat penawaran Eksternal untuk beberapa Rumah Sakit

ANALISIS PEKERJAAN

  • Analisis pekerjaan merupakan proses pengumpulan informasi mengenai suatu pekerjaan yang dilakukan oleh seorang pekerja
  • Dilaksanakan dengan cara mengamati atau mengadakan wawancara terhadap pekerja dengan bukti-bukti yang benar dari supervisor.
  • Pengertian sederhana
  • Usaha-usaha untuk merumuskan hal-hal yang dilakukan oleh seorang pekerja ke dalam kata-kata
  • Menghasilkan suatu daftar uraian pekerjaan pernyataan tertulis mengenai kewajiban-kewajiban pekerja
  • Mencakup stnadar kualifikasi, rincian pendidikan, pengalaman minimal uang diperlukan bagi seorang pekerja
  • Untuk melaksanakan kewajiban dari kedudukan secara memuaskan
  • Analisis pekerjaan
  • Merupakan pusat manajemen SDM dlm organisasi.
  • Mempunyai aspek sejarah.
  • Terkait dengan anggaran.
  • Nilai daya tanggap politik dapat dikaitkan dengan tujuan-tujuan orientasi pekerja dan efisiensi

Tujuan Analisis Pekerjaan

  • Job Description , berisi informasi pengidentifikasian pekerjaan, riwayat pekerjaan, kewajiban-kewajiban pekerjaan dan pertanggungjawaban, spesifikasi pekerjaan atau informasi mengenai standar-standar pekerjaan .
  • Job Classification , penyusunan pekerjaan-pekerjaan ke dalam klas-klas, kelompok-kelompok atau jenis-jenis berdasarkan rencana sistematika tertentu
  • Job Evaluation, suatu prosedur pengklasifikasian pekerjaan berdasarkan kegunaan masing-masing di dalam organisasi dan dalam pasar tenaga kerja luar yang terkait.
  • Job desing restructuring, meliputi usaha-usaha untuk merealokasi dan merestrukturalisasikan kegiatan-kegiatan pekerjaan ke dalam berbagai kelompok.
  • Personnel Requirement/specifications, berupa penyusunan persyaratan-persyaratan atau spesifikasi-spesifikasi tertentu bagi suatu pekerjaan, seperti pengetahuan, keterampilan, ketangkasan (aptitudes), sifat-sifat dan ciri-ciri.
  • Performance Appraisal . Merupakan suatu penilaian sistematis yang dilakukan oleh para supervisor terhadap performansi pekerjaan dari para pekerja.
  • Worker training . Pelatihan merupakan proses sistematis yang sengaja dirancang dan dilakukan untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan tertentu dan mempengaruhi perilaku dari para anggota organisasi sedemikian rupa sehingga perilakunya memberikan kontribusi yang lebih besar bagi efektivitas organisasi.
  • Worker Ability, untuk tujuan mobilitas pekerja (karir), yaitu dinamika masuk-keluarnya seseorang dalam posisi – posisi, pekerjaan-pekerjaan, dan okupasi-okupasi tertentu.
  • Efficiency. Ini mencakup penggabungan proses kerja yang optimal dan rancangan-rancangan keamanan dari peralatan dan fasilitas fisik lainnya dengan referensi tertentu pada kegiatan-kegiatan kerja, termasuk prosedur kerja, susunan kerja dan standar kerja.
  • Safety . Ini sama dengan efisiensi tapi perhatiannya lebih diarahkan pada identifikasi dan peniadaan perilaku-perilaku kerja yang tidak aman, kondisi-kondisi fisik dan kondisi-kondisi lingkungan.
  • Human Resources Planning. Ini merupakan kegiatan-kegioatan antisipatif dan reaktif melalui suatu organisasi untuk memastikan bahwa organisasi tersebut memailiki dan akan terus memiliki jumlah dan macam orang pada tempat yang tepat, waktu yang tepat
  • Legal/ quasi legal requirements , aturan- aturan dari ketentuan- ketentuan lainnya yang berkaitan dengan organisasi.

KLASIFIKASI PEKERJAAN(JOB CLASSIFICATION)

  • Merupakan proses pengkategorisasian kedudukan sesuai dengan jenis kerja yang dilakukan, jenis kecakapan yang dibutuhkan atau faktor lainnya yang berkaitan dengan kerja.
  • Kalsifikasi mempermudah analisis pekerjaan krn, klasifikasi berarti uraian pekerjaan dan standar kualifikasi yang dibakukan dapat dirumuskan untuk sekumpulan posisi.

SISTEM KLASIFIKASI

Sistem klasifikasi didasarkan beberapa faktor,

  • Masukan informasi, Di mana dan bagaimana pekerja memperoleh informasi yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan.
  • Proses-proses mental, pertimbangan apa yang ditekankan dalam pembuatan keputusan, perencanaan dan aktivitas-aktivitas proses informasi yang dilibatkan dlm pelaksanaan pekerjaan.
  • Ouput pekerjaan , aktivitas-cktivitas fisik apa yang dilakukan oleh para pekerjaan, dan alat-alat apa yang dipakai oleh para pekerja.
  • Relasi dengan orang , relasi dengan orang lain yang bagaimana yang dituntut dalam pelaksanaan pekerjaan ?
  • Konteks pekerjaan, dalam konteks fisik dan sosial apa pekerjaan dilaksnakan ?
  • Metode-metode kerja , metode-metode teknik apa yang digunakan untuk pelaksnaan pekerjaan

Ciri-ciri pekerja , ciri-ciri kepribadian atau kemampuan-kemampuan apa yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan

REKRUTMEN

  • Merupakan proses mencari, menemukan dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan dalam dan oleh suatu orgnaisasi .
  • Maksud rekrutmen adalah untuk mendapatkan pesediaan sebanyak mungkin calon-calon pelamar sehingga organisasi akan mempunyai kesempatan yang lebih besar
  • Untuk melakukan pilihan terhadap calon pekerja yang dianggap memenuhi standar kualifikasi organisasi.
  • Alasan-alasan Rekrutmen
  • Berdirinya organisasi baru
  • Adanya perluasan kegiatan organisasi
  • Terciptanya pekerjaan-pekerjaan dan kegiatan-kegiatan baru
  • Adanya pekerja yang pindah ke organisasi lain
  • Adanya pekerja yang berhenti, baik dengan hormat maupun tidak dengan hormat
  • Ada pekerja pensiun
  • Adanya pekerja meninggal dunia

PERSYARATAN REKRUTMEN

1. ANALISIS PEKERJAAN

  • Dilakukan melalui proses analisis untuk mencari hal-hal yg berkaitan dengan pekerjaan yg lowong
  • Memberikan informasi dasar yang selanjutnya akan digunakan dlm merumusakan deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan.
  • Informasi mengenai tugas-tugas yang dilakukan dan keahlian-keahlian dan atribut-atribut yg diperlukan untuk mencapai kinerja yg baik.

2. DESKRIPSI PEKERJAAN

  • Merupakan dasar utama bagi sejumlah praktek sumber daya manusia yg disusun dari seleksi yg akan berguna bagi pelatihan.
  • Terdiri dari pokok pekerjaan, tugas-tugas yang ada didalamnya, tanggung jawab dan kondisi-kondisi.

3. SPESIFIKASI PEKERJAAN

  • Spesifikasi pekerjaan digunakan untuk mendeskripsikan penggunaan informasi yang terdapat pada deskripsi pekerjaan.
  • Untuk membantu menggambarkan tipe seseorang.
  • Yang mampu menjalankan tugas-tugas yang dibebankan dalam pekerjaan dengan sukses.
  • Pendekatan tradisional dalam rekrutmen (Rodger, 1952)
  • Fisik (kesehatan, penampilan)
  • Pencapian tertentu (pendidikan, kualifikasi, pengalaman)
  • Pengetahuan umum ( kemampuan intelektual)
  • Bakay khusus (keterampilan, keahlian, komunikasi)
  • Hobi (kebudayaan, olah raga)
  • Karakter
  • Keadaan tertentu (siap untuk kerja dimana saja)
  • Menurut Fraser (1958), lima tingkatan dlm sistem penilaian
  • Pengaruhnya thdp yg lain (melalui fisik, penampilan, cara berekspresi)
  • Kualifikasi yg dimiliki (pendidikan, pelatihan, pengalaman)
  • Bakat pembawaan (kecepatan memamhami sesuatu)
  • Motivasi (penyusunan sasaran, penentuan bagaimana cara mencapainya)
  • Penyesuaian (tetap stabil dlm menghadapi tekana, berhubungan baik dng yg lain)

SUMBER REKRUTMEN

  • Pusat Pekerjaan
  • Agen Perekrutan
  • Casual Callers (responden yg membaca tulisan lowongan)
  • Teman atau saudara pegawai
  • Institusi Pendidikan
  • Iklan
  • Jalur Telepon

ORIENTASI YG HARUS DIKETAHUI STAFF BARU di INSTLASI RADIOLOGI

  • Gaji dan cara memperoleh
  • Jam Kerja, waktu istirahat dan makan siang
  • Waktu lebur serta proses perijinan
  • Dinas Shift
  • Kartu kehadiran (Time cards)
  • Prosedur ijin jika berhalangan hadir
  • Prosedur jika terlambat
  • Lokasi area rest room dan washroom
  • Lokasi employee Health office
  • Pengenalan di Lingkungan Radiologi
  • Pengenalan daerah kerja
  • Penugasan untuk tiap area.
jurnal radiology Tags:
6:07 AM | 0 komentar | Read More

Laporan stock opnam radiologi

image

radiografer juga harus jeli terhadap pemakaian alkes BHP yang ada, dengan dibuat susunan laporan diatas kita bisa dengan mudah untuk mengevaluasi kondisi stock BHP, sehingga persedian tidak bisa sampai kosong.

contoh stock opnam radiologi terlihat seperti tabel diatas.

6:06 AM | 0 komentar | Read More

Contoh jobdes rutin untuk radiografer

dengan adanya jobdes masing masing radiografer, pelayanan radiologi akan berjalan lancar dan ringan, berikut contoh jobdes rutin :

JOB DES RUTIN BAGI RADIOGRAFER:

  1. Merapikan kembali tempat/ruang pemeriksaan setelah pemeriksaan selesai
  2. Merapikan baju/celana (baju ganti pasien apabila berantakan di masing masing ruang pemeriksaan)
  3. Mempersiapkan alkes sebelumnya, apabila ada pemeriksaan pasien kontras:

A. BNO-IVP yang perlu dipersiapkan antara lain :

1.Lakukan inform concernt / persetujuan tindakan pemeriksaan

2.Cek hasil ureum kreatinin

3.Siapkan spuit 20 cc 2 buah

4.Siapkan spuit 1 cc 1 buah

5.Siapkan wipy/kasa alcohol

6.Siapkan media kontras omniipaque/iopamiro

7.Siapkan wing needle ukuran 21

8.Siapkan needle / jarum

9.Siapkan obat dexamethason untuk persiapan kalau pasien alergi.

B. COLON IN LOOP

1. Siapkan barium sulfat 400 gram, diaduk dalam gelas ukur dengan air hangat sampai menjadi 800 / 1000 cc )

2. Siapkan kolon set

3. Siapkan plester / hypafix

4. Siapkan foley kateter ukuran 22

5. Siapkan jelly

6. Siapkan gunting klem

7. Siapkan handscoon

C. CYSTOGRAPHY / URETROGRAFI

1. Siapkan jely

2. Siapkan spuit ukuran 20 cc

3. Siapkan hypafix/plester

4. Siapkan wadah /cawan untuk oplos media kontras

5. Siapkan gunting klem

NB : Biasanya untuk pasien rawat inap sudah terpasang kateter, kalau belum minta dipasang terlebih dahulu.

D. CT SCAN KONTRAS / MRI KONTRAS.

Siapkan bahan bahan antara lain

1. Cek hasil ureum kreatinin

2. Buatkan surat persetujuan tindakan

3. Siapkan media kontras 100 cc / 50 cc

4. Siapkan spuit 1 cc 1 buah

5. Siapkan wipy/kasa alcohol

6. Siapkan media kontras omnipaque/iopamiro

7. Siapkan wing needle ukuran 21

8. Siapkan needle / jarum

9. Siapkan obat dexamethason untuk persiapan kalau pasien alergi.

NB: kalau untuk pakai injector medrat siapkan spuit medrad set.

E. SELALU MENGECEK STOK BARANG HABIS PAKAI / ALKES

1. Stok film x ray

2. Stok media kontras

3. Stok spuit

4. Stok barium

5. Stok venvlon

6. Stok needle, wing needle.

7. dan Stok alkes lainya.

  1. Berkewajiban menjaga alat radiology. Seperti mematikan apabila jaga malam tidak ada pasien. Kalibrasi alat, dan apabila terjadi trouble segera hubungi pihak maintenance.

ETIKA BEKERJA

1. Terima telp dengan sopan sesuai standart “RS JIH”

“Aslm… radiology dengan….. ada yang bisa dibantu”

2. Menerima telp harus jelas informasinya.

“dengan siapa, dari ruang apa”

3. Sebelum pulang shift

1. Harus memberikan operan yang jelas kepada petugas yang lainnya.

ü seperti jadwal dokter ada perubahan tidak

ü ada janjian pemeriksaan tidak, dll

4. Sebelum memberikan hasil pemeriksaan kepada pasien/perawat, harus dilakukan pengecekan terlebih dahulu, mengenai identitas pasien.

5. Mendampingi dokter radiology pada saat pemeriksaan kontras, seperti IVP, COLON IN LOOP, CT SCAN KONTRAS, dan USG apabila diperlukan.

6. Radiografer tidak berwenang untuk memberikan penjelasan tentang hasil radiology kepada pasien, langkahnya apabila pasien menanyakan tentang hasil cukup menjelaskan untuk informasi lebih jelas kembali kepada dokter pengirim.

7. Tidak boleh bercanda didepan pasien, Keluarga pasien, dan tidak boleh menanyakan privasi pasien kecuali sesuatu yang berhubungan dengan klinisi penyakit.

8. Saling mengingatkan kepada sejawat, dalam hal kebaikan.

9. Apabila tukar shift / jaga memberikan informasi kepada penanggung jawab.

10. Mengerjakan dan melaporkan tugas sesuai jobdes masing masing tiap bulan, seperti jumlah pemakaian film dan rekap pasien.

11. Wajib melakukan absensi finger, sesuai jadwal.

jurnal radiology Tags:
6:04 AM | 0 komentar | Read More

Contact my

Jika ada pertanyaan mengenai materi pada blog ini, silahkan anda masukan pertanyaan kepada kami, dengan senang hati, kami akan menanggapi pertanyaan anda

Name : radiologynet
e mail : radiologynet@gmail.com

silahkan kirimkan pertanyaan anda melalui e mail kami.

Terimakasih, atas kepercayaan anda.
7:17 PM | 0 komentar | Read More

PERATURAN DAN KEBIJAKAN

Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut atau memiliki pertanyaan tentang kebijakan privasi kami, jangan ragu untuk menghubungi kami.
Pada blog.radiologynet.blogspot.com, pengunjung adalah sangat penting bagi kami. Seperti banyak blog lain, blog. tentang-radiolgy.com yang menggunakan file log. Informasi dalam file log meliputi protokol internet (IP) alamat, jenis browser, Internet Service Provider (ISP), tanggal / waktu cap, merujuk / keluar halaman, dan jumlah klik untuk menganalisis kecenderungan, mengelola situs, melacak gerakan pengguna sekitar lokasi, dan mengumpulkan informasi demografis. Alamat IP, dan lain informasi tersebut tidak terkait dengan informasi yang pribadi.

File log
Seperti banyak situs Web lain, blog.radiologynet.blogspot.com yang menggunakan file log. Informasi tentang ct scan, pencitraan resonansi magnetik, USG, sinar X, dan tentang pemeriksaan radiologi.

Cookies dan Web Beacon
blog. radiologynet.blogspot.com tidak menggunakan cookies untuk menyimpan informasi tentang preferensi pengunjung, merekam informasi pengguna tertentu pada halaman mana akses pengguna atau kunjungi, menyesuaikan konten halaman web berdasarkan jenis browser pengunjung atau informasi lainnya yang pengunjung mengirimkan melalui browser mereka.

Cookie DoubleClick DART
. :: Google, sebagai vendor pihak ketiga, menggunakan cookies untuk menayangkan iklan di blog . radiologynet.blogspot.com
. :: Google menggunakan cookie DART memungkinkan untuk menampilkan iklan kepada pengguna berdasarkan kunjungan mereka ke blog. tentang-radiology.com dan situs lainnya di Internet.
. :: Pengguna dapat membatalkan penggunaan cookie DART dengan mengunjungi iklan Google dan kebijakan privasi jaringan konten di URL berikut - http://www.google.com/privacy_ads.html

Beberapa partner periklanan kami mungkin menggunakan cookies dan web beacon di situs kami. Mitra iklan kami meliputi .......
Google Adsense
server iklan pihak ketiga atau jaringan iklan ini menggunakan teknologi iklan dan link yang muncul di blog. radiologynet.blogspot.com mengirim langsung ke browser Anda. Mereka secara otomatis menerima alamat IP anda ketika hal ini terjadi. Teknologi lainnya (seperti cookies, JavaScript, atau Web Beacon) juga dapat digunakan oleh jaringan iklan pihak ketiga untuk mengukur efektivitas iklan mereka dan / atau untuk personalisasi konten iklan yang Anda lihat.

blog. radiologynet.blogspot.com tidak memiliki akses ke atau kontrol terhadap cookies tersebut yang digunakan oleh pihak ketiga pemasang iklan.
Anda harus berkonsultasi dengan kebijakan privasi masing-masing dari server iklan pihak ketiga untuk informasi lebih rinci tentang praktek-praktek mereka serta untuk mendapatkan petunjuk tentang cara memilih dari praktek tertentu. kebijakan privasi blog. radiologynet.blogspot.com tidak berlaku untuk, dan kita tidak dapat mengontrol kegiatan, pengiklan lain atau situs web.

Jika Anda ingin menonaktifkan cookie, Anda dapat melakukannya melalui individu pilihan browser. Informasi lebih lanjut tentang cookie manajemen khusus dengan web browser dapat ditemukan di website masing-masing browser.

7:04 PM | 0 komentar | Read More

Labels

2D 35 tesla hitachi 4D CT Abdomen dasar dasar radiologi dealer Detection difference fakultas kedokteran di indonesia gaster hasil pemeriksaan radiologi indonesia jenis radiologi diagnostik lutut maag doudenum of drug pada kasus abdomen akut pada kasus benda asing pelayanan radiologi pelayanan radiologi rumah sakit pemerikaan radiologi pemerikaan radiologi batu ginjal pemeriksaa radiologi knee joint pemeriksaan Pemeriksaan radiologi pemeriksaan radiologi BNO-IVP pemeriksaan radiologi bone survey pemeriksaan radiologi cruris pemeriksaan radiologi ct scan thyroid dengan 16 slice ge pemeriksaan radiologi ct-scan pada abdomen akut pemeriksaan radiologi dalam memberikan kontras pemeriksaan radiologi dengan ct-scan pemeriksaan radiologi kolon inlooop pemeriksaan radiologi pada arteri renalis pemeriksaan radiologi pada bandar narkoba pemeriksaan radiologi pada esofagus pemeriksaan radiologi pada kasus fraktur Pemeriksaan radiologi pada kasus pancreatic hypoplasia pemeriksaan radiologi reumatic artritis pemeriksaan radiologi usus besar penunjang kelancaran pemeriksaan radiologi perawatan alat x ray sebagai penunjang kelancaran pemeriksaan radiologi Potongan coronal brain MRI prosedure pemeriksaan MRI kepala dengan 0 prosedure pemeriksaan radiologi prosedure pemeriksaan radiologi MRI radiologi radiologi diagnostik Radiologi Diagnostik CT Head Enchephalitis radiologi diagnostik ct scan radiologi diagnostik ct scan kepala radiologi diagnostik hepatik karsinoid Radiologi Diagnostik Intervensional Radiologi diagnostik massa radiologi pada kasus fraktur leher rangkuman RSPI spectroscopy STUDY KONTRAS OTAK NORMAL DAN ABNORMAL DENGAN SPEKTROSKOPI MAGNETIC RESONANCE IMAGING swelling Teknik CT Scan Abdomen Kontras teknik pemeriksaan radiologi pada kasus apendisitis Ultrasound video pelatihan ct scan