PROSEDURE PEMERIKSAAN RADIOLOGI maag – duodenum.

  • Tujuan
Maksud dan tujuan dari Protap ini adalah sebagai acuan dalam melakukan teknik radiografi maag duodenum.

  • Indikasi
Massa, Corpus alineum/ benda asing, radang.
Kriteria Memperlihatkan struktur anatomi seluruh OMD (Oesofagus maag duodenum.
  • Definisi
  1. Maag/ lambung adalah organ pencernaan bagian bawah yang berfungsi menghaluskan makanan dan terletak di bagian kiri atas rongga abdomen/ left hipocardiac.
  2. Duodenum adalah organ percernaan bagian bawah yang merupakan bagian/ ujung awal dari usus halus dan merupakan bagian usus halus yang paling pendek yang berfungsi menyerap sari-sari makanan.
  3. Pemeriksaan Radiografi Maag
  4. Duodenum adalah pemeriksaan dengan menggunakan sinar-X untuk melihat gambaran oesophagus, maag dan duodenum dengan menggunakan media kontras (barium meal) dengan perbandingan media kontas dan air 1: 6. Teknik pemeriksaannya dilakukan dengan cara pasien harus menelan media kontras (barium).
  5. Media kontras positif adalah jenis obat yang mengandung unsur tertentu yang digunakan untuk membantu penampakan densitas pada radiograf sehingga dapat membedakan kelainan organ.
  6. Barium Meal adalah jenis media kontras positif yang tersusun dari unsur barium dan sulfat (Ba2SO4) berbentuk suspensi siap digunakan dan aman untuk pemeriksaan lewat oral.
  • Kebijakan

  1. Pemeriksaan abdomen maag doudenum dilakukan oleh radiographer
  2. Semua hasil radiografi abdomen 3 posisi di baca oleh dr. spesialis radiologi


  1. Prosedur
  1. Persiapan administrasi

1.1. Formulir permohonan pemeriksaan radiologi maag duodenum diisi dan ditanda tangani oleh dokter pengirim dengan disertai keterangan klinis dari pasien tersebut, selanjutnya diterima dibagian radiologi.

1.2. Surat persetujuan tindakan radiologi maag duodenum diisi dan ditanda tangani oleh pasien atau keluarga terdekat dan diparaf oleh dokter yang menerangkan dan atau ditandatangai oleh dokter spesialis radiologi.

1.3. Surat Perjanjian dan Persiapan Pemeriksaan radiologi maag duodenum diisi dan ditandatangani oleh pasien atau keluarga terdekat dan diparaf oleh dokter yang menerangkan dan atau ditandatangai oleh dokter spesialis radiologi.

2. Persiapan Pasien

2.1. Penjelasan umum tentang prosedur pemeriksaan.

2.2. Dilakukan pemeriksaan khusus pada pasien dewasa (kondisi umum) yaitu :

2.2.1. Dengan puasa 6-8 jam sebelum dilakukan pemeriksaan

2.2.2. Mengubah pola makan pasien yaitu : diet rendah lemak dan serat, makan makanan dengan konsistensi lunak.

2.2.3. Minum banyak yang tak mengandung soda.

2.2.4. Pemberian obat pencahar.

2.2.5. Malam sebelum dilakukan pemeriksaan dilakukan urus-urus, pada jam 05.00 dilakukan supositoria.

2.2.6. Tidak boleh merokok dan banyak bicara.

2.3. Pemeriksaan Maag duodenum pada kondisi khusus yaitu pada bayi, anak-anak yang menderita kelainan bawaan dan orang dewasa yang menderita obstruksi, pemeriksaan tidak menggunakan barium tapi kontras lain yang aman terhadap paru-paru.

2.4. Pasien wanita tidak sedang hamil.

3. Persiapan Pemeriksaan

3.1. Check status pasien di komputer oleh radiografer meliputi : Identitas Pasien, Permintaan, indikasi pemeriksaan.

3.2. Siapkan stiker amplop dan ID printer

3.3. Persiapan alat :

3.4 Pesawat sinar-x

3.5 Cassette film ukuran 24 x 30, 35 x 35 cm

3.6. Media kontras barium sulfat BaSO4, natrium bicarbonat dan asam citrate

3.7 Label film

4. Pelaksanaan pemeriksaan

4.1. Pemanggilan pasien

4.2. Croscek data pasien

4.3. Penjelasan ke pasien/ komunikasi pasien tentang; foto yang dibuat, tujuan pemotretan dan prosedur

4.4 Dokter spesialis radiologi mempersiapkan diri akan melakukan pemeriksaan.

4.5. Pelaksanaan pemeriksaan Maag-duodenum oleh dokter spesialis radiologi dibantu oleh radiografer.

5. Teknik pemeriksaan dilakukan dengan cara :

5.1. Spot film dengan posisi :

5.1.1. PA (Posterior Anterior)-erect/berdiri

5.1.2. Left Lateral erect/berdiri

5.1.3. PA (Recumbent)

5.1.4. Right P.A (Posterior Anterior)-Oblique – recumbent

5.1.5. Right Lateral – recumbent

5.1.6. AP (Antero Posterior)

5.2. Blain foto tanpa fluoroscopy dengan posisi :

5.2.1. Lateral

5.2.2. Right AP/ PA Oblique

5.2.3. PA (Posterior Anterior)

5.3. Pada saat pemeriksaan bila perlu penderita diberi spasmolitik untuk mengurangi peristaltic usus.

5.4. Untuk lebih bagus didahului dengan pemeriksaan oesophagus

5.5. Kontras media yang digunakan adalah suspensi barium yang lebih encer (½ gelas/ 100 cc)

5.6. Jika menghendaki kontras ganda dilakukan efferveser powder.

5.7. Foto dibuat setelah kontras cukup merata.

5.8. Dibuat foto serial dengan posisi terlentang, berdiri prone, dengan posisi khusus (oblique kanan dan oblique kiri).

Labels

2D 35 tesla hitachi 4D CT Abdomen dasar dasar radiologi dealer Detection difference fakultas kedokteran di indonesia gaster hasil pemeriksaan radiologi indonesia jenis radiologi diagnostik lutut maag doudenum of drug pada kasus abdomen akut pada kasus benda asing pelayanan radiologi pelayanan radiologi rumah sakit pemerikaan radiologi pemerikaan radiologi batu ginjal pemeriksaa radiologi knee joint pemeriksaan Pemeriksaan radiologi pemeriksaan radiologi BNO-IVP pemeriksaan radiologi bone survey pemeriksaan radiologi cruris pemeriksaan radiologi ct scan thyroid dengan 16 slice ge pemeriksaan radiologi ct-scan pada abdomen akut pemeriksaan radiologi dalam memberikan kontras pemeriksaan radiologi dengan ct-scan pemeriksaan radiologi kolon inlooop pemeriksaan radiologi pada arteri renalis pemeriksaan radiologi pada bandar narkoba pemeriksaan radiologi pada esofagus pemeriksaan radiologi pada kasus fraktur Pemeriksaan radiologi pada kasus pancreatic hypoplasia pemeriksaan radiologi reumatic artritis pemeriksaan radiologi usus besar penunjang kelancaran pemeriksaan radiologi perawatan alat x ray sebagai penunjang kelancaran pemeriksaan radiologi Potongan coronal brain MRI prosedure pemeriksaan MRI kepala dengan 0 prosedure pemeriksaan radiologi prosedure pemeriksaan radiologi MRI radiologi radiologi diagnostik Radiologi Diagnostik CT Head Enchephalitis radiologi diagnostik ct scan radiologi diagnostik ct scan kepala radiologi diagnostik hepatik karsinoid Radiologi Diagnostik Intervensional Radiologi diagnostik massa radiologi pada kasus fraktur leher rangkuman RSPI spectroscopy STUDY KONTRAS OTAK NORMAL DAN ABNORMAL DENGAN SPEKTROSKOPI MAGNETIC RESONANCE IMAGING swelling Teknik CT Scan Abdomen Kontras teknik pemeriksaan radiologi pada kasus apendisitis Ultrasound video pelatihan ct scan