Thursday, June 22, 2017

Teknik pemeriksaan Radiology MRCP pada kasus saluran batu kandung empedu.

Kali ini ingin membahas sedikit tentang interview pemeriksaan MRCP, lebih singkatnya lihat dibawah ini:
a. Posisi pasien
Posisi pasien supine dengan kaki yang terlebih dulu masuk dalam gantry/ feet first. Setelah pasien sudah diposisikan dengan baik kemudian dipasang koil torso phased dan juga kompensasi respiratory atau sensor nafas pasien. Setelah itu alighment light di sentrasikan pada pertengahan koil torso atau centrasi pada xyphoideus. Hal ini sesuai dengan wawancara responden tiga...
“...oo pengaturan pasiennya, sentrasi setinggi dibawah processus xyphoideus kemudian waktu kita scan yang tercakup batas atasnya itu diafragma, batas bawah minimal sias habis disitu kita harapkan hasilnya bagus...”
b. Teknik pemeriksaan
Masukan data pasien di RX manager komputer. Tentukan protokol pada window site dan pilih series antara lain :
clip_image002
Coronal localiser
Scanning dilakukan dengan tahan nafas yang digunakan untuk planing atau referensi Series 2 dan 3 Axial T2 , T1. Hal ini sesuai wawancara dengan responden kedua...
”...Teknik pemeriksaanya e.. ya biasa kita ambil scannogram potongan coronal terus diambil untuk axial T2 T1...”
Coronal localiser parameter yang digunakan adalah pulse sekuens SSFSE; TR : 1054; TE : A7,2 /ET; FOV : 44; Thickness 5,0 ; Spacing :1.0; NEX: 0.5; matrix 256x 128
1) Axial T1
Axial T1parameter yang digunakan adalah pulse sekuens FSPGR ; TR : 160; TE : 1.8/ Fr; FOV : 33; Thickness 8,0; Spacing :2.0; NEX: 1; matrix 256x 128.
clip_image002[4]
Axial T2
Sekuens ini mengidentifikasi hepar, pankreas dan lesi yang lain. Image ini menggambarkan kandung empedu secara umum untuk membantu dalam akuisisi dari sekuens coronal oblique MRCP Axial T2 parameter yang digunakan adalah pulse sekuens FSE; TR : 2000; TE : 41.7; FOV : 33; Thickness 8,0; Spacing :2.0; NEX: 1.0; matrix 256x 192
clip_image002[7]
Thick Slab SSFSE
Untuk mengakuisisi duktus billiaris dan duktus pankreatikus referensi yang digunakan adalah potongan coronal. Pada pengambilan planing untuk referensi dari MRCP diambil potongan coronal sebanyak 9 slab atau 9 kali dengan sudut sebesar 20ยบ. Semakin kecil sudut yang digunakan maka gambaran yang dihasilkan akan tampak berimpit atau tampak menyambung. Hal ini sesuai dengan wawancara beberapa responden...
Responden tiga : “...tetapi semakin tipis penyudutannya otomatis perputaran dari gambaranya atau bentuk anatomi saluran tersebut semakin jelas, semakin tipis penyudutannya dalam arti irisannya 5-10, 15 semakin tipis sudut otomatis semakin lama. Jadi MRCP kita ambil dengan program sekuens /namanya thick slab...”
Responden empat : “...kita ambil beberapa slab yang memutar antara 15 derajat sampai 30 derajat, untuk MRCPnya 6-12 slice....”
Dalam pengambilan slice yang sedikit atau hanya 9 kali karena disesuaikan dengan waktu pemeriksaan yaitu menggunakan scanning time yang singkat karena mengingat jumlah pasien yang diperiksa banyak jadi menggunakan irisan yang sedikit karena semakin sedikit slice yang diambil maka semakin sedikit waktu scanning yang diperlukan. Hal ini sesuai dengan wawancara responden tiga...
”...karena disini kita mencari bukan secara keseluruhan aja, kita cari yang perlu-perlu aja gitu. Karena kita pake seperti itu otomatis waktu akan semakin lama, yaa mungkin disini hubungannya dengan jumlah pasien kita ya.., pasiennya banyak jadi kita untuk mempersingkat waktu...”
image
Pengambilan MRCP thick slab dilakukan dengan tahan nafas selama 3 detik, apabila pasien tidak mampu melakukan tahan nafas maka peran keluarga disini diperlukan jika pasien tidak
kooperatif atau tidak dapat mengikuti aba-aba petugas. Hal ini sesuai dengan wawancara responden ke dua...
“...maka paling kompensasinya secara manual keluarga yang di dalam diminta untuk tutup hidung pasien untuk beberapa detik sesuai pemantauan kita, lepas tutup-lepas tutup...”
Pulse sekuens yang digunakan Single Shot Fast Spin echo bukan Steady State gradien echo karena gradien biasanya digunakan khusus untuk pembuluh darah. Hal ini sesuai dengan responden empat...
“...Kalau SPGR kan untuk pembuluh darah kalau SSFSE untuk fokus MRCPnya, MRCP bukan khusus pembuluh darah, itu kan jaringan-jaringan pankreas...”
Pada pemeriksaan MRCP akan ditampakkan gambran dari saluran-saluran duktus billiaris maupun duktus pankreatikus. Hal inilah yang membedakan dengan pemeriksaan batu empedu pada USG karena MRCP mampu melihat saluran-saluran empedu secara detail, sesuai wawancara dengan responden satu...”
“...USG itu lebih mengarah pada penilaian pada batu empedu dan kelainan saluran di dalam hati. Untuk saluran ekstrahepatic USG itu lemah karena tertutup dengan lambung dan duodenum. Untuk saluran ekstraheptic USG. Jadi USG lebih unggul dalam kandung empedu dan saluran yang ada dalam hepar...”
Hasil Pembacaan foto
Pemeriksaan MRCP dan MRI abdomen atas dibuat potongan MRI axial T1-T2 SE dari puncak hepar sampai ginjal dan MRCP dengan SSFSE thick slab tanpa kontras GdDTPA,.
Hepar bentuk normal, permukaan licin, parenkim menunjukkan sebuah lesi kistik bulat di segment posterior lobus kanan. Lobus kiri baik tidak mencurigakan HCC.
MRCP perifer intrahepatic bile ducts tidak melebar junctional hepatic bile duct mulai dan extraepatic bile duct sampaidistal CBD sesuai dengan batu, salah satu batu agak besar terkesan impacted di muara CBD.
Duktus pankreatikus tidak melebar
Kandung Empedu membesar, dinding agak menebal, tampak bayangan multiple batu didalamnya.
Lien normal permukaan baiktidak tampaksol Vena lienalis tidak melebar, Pankreas normal tidak membesar, parenkim tidak mencurigakan sol peripancreas fat bersih tidak mencurigakan infiltrad/ fluid collection.
Ginjal bentuk normal, parenkim baik system pelviocalyses tidak melebar kelenjar adrenal normal.
Kgb paraaortal tidak melebar, tidak tampak acites, Lambung dan usus di abdomen atas dalam batas normal. Dinding usus tidak menebal, tidaktampak massa diantara usus.
Kesan : Bendungan ekstrahepatic bile ducts yang cukup menonjol cc. multiple, Batu di dalamnya, salah satu batu dicurigai impacted di muara CBD, CBD / ekstrahepatic bile duct tidak melebar, Cholelithiasis dengan tanda-tanda cholecystitis, Kista di segment posterior lobus kanan, ukuran kurang dari 15 mm, Kgb tidak membesar, tidak tampak acites, Organ-2 abdomen atas lainnya dalam batas normal.

Artikel Terkait

Teknik pemeriksaan Radiology MRCP pada kasus saluran batu kandung empedu.
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email